Kitab Hisnul Muslim – Kumpulan Doa dari Al Quran dan Hadits (III)

1344
0
BERBAGI
29- DOA APABILA MEMBALIKKAN TUBUH KETIKA TIDUR MALAM
112- áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ ÇáúæóÇÍöÏõ ÇáúÞóåøóÇÑõ¡ ÑóÈøõ ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóÇúáÃóÑúÖö æóãóÇ ÈóíúäóåõãóÇ ÇáúÚóÒöíúÒõ ÇáúÛóÝøóÇÑõ.
112. “Tiada Tuhan (yang berhak disem-bah) kecuali Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.”
30- DOA APABILA MERASA TAKUT DAN KESEPIAN KETIKA TIDUR
113- ÃóÚõæúÐõ ÈößóáöãóÇÊö Çááåö ÇáÊøóÇãøóÇÊö ãöäú ÛóÖóÈöåö æóÚöÞóÇÈöåö¡ æóÔóÑøö ÚöÈóÇÏöåö¡ æóãöäú åóãóÒóÇÊö ÇáÔøóíóÇØöíúäö æóÃóäú íóÍúÖõÑõæúäö.
113. “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan dan siksaanNya, serta kejahatan ham-ba-hambaNya, dan dari godaan setan (bisikannya) serta jangan sampai mere-ka hadir (kepadaku).”
31- APA YANG DIPERBUAT ORANG YANG BERMIMPI
114. a. Meludah ke kirinya tiga kali.
b. Minta perlindungan kepada Allah dari godaan setan dan kejelekan mimpi-nya, tiga kali.
c. Tidak membicarakan mimpinya kepa-da orang lain.
d. Membalikkan tubuhnya (mengubah posisi tidur).
115. Berdiri dan melakukan shalat, bila mau.
32- DOA QUNUT WITIR
116- Çóááøóåõãøó ÇåúÏöäöíú Ýöíúãóäú åóÏóíúÊó¡ æóÚóÇÝöäöíú Ýöíúãóäú ÚóÇÝóíúÊó¡ æóÊóæóáøóäöíú Ýöíúãóäú ÊóæóáøóíúÊó¡ æóÈóÇÑößú áöíú ÝöíúãóÇ ÃóÚúØóíúÊó¡ æóÞöäöíú ÔóÑøó ãóÇ ÞóÖóíúÊó¡ ÝóÅöäøóßó ÊóÞúÖöíú æóáÇó íõÞúÖóì Úóáóíúßó¡ Åöäøóåõ áÇó íóÐöáøõ ãóäú æóÇáóíúÊó¡ [æóáÇó íóÚöÒøõ ãóäú ÚóÇÏóíúÊó]¡ ÊóÈóÇÑóßúÊó ÑóÈøóäóÇ æóÊóÚóÇáóíúÊó.
116. “Ya Allah! Berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan (dari penyakit dan apa yang tidak disukai) sebagaimana orang yang telah Engkau lindungi, sayangilah aku seba-gaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berilah berkah apa yang Eng-kau berikan kepadaku, jauhkan aku dari kejelekan apa yang Engkau takdirkan, sesungguhnya Engkau yang menjatuh-kan qadha, dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepadaMu. Se-sungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina, dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.”
117- Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÚõæúÐõ ÈöÑöÖóÇßó ãöäú ÓóÎóØößó¡ æóÈöãõÚóÇÝóÇÊößó ãöäú ÚõÞõæúÈóÊößó¡ æóÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäúßó¡ áÇó ÃõÍúÕöíú ËóäóÇÁó Úóáóíúßó ÃóäúÊó ßóãóÇ ÃóËúäóíúÊó Úóáóì äóÝúÓößó.
117. “Ya, Allah, sesungguhnya aku ber-lindung dengan kerelaanMu dari kema-rahanMu, dan dengan keselamatanMu dari siksaMu. Aku berlindung kepadaMu dari ancamanMu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepa-daMu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diriMu sendiri.”
118- Çóááøóåõãøó ÅíÜøóÇßó äóÚúÈõÏõ¡ æóáóßó äõÕóáøöíú æóäóÓúÌõÏõ¡ æóÅöáóíúßó äóÓúÚóì æóäóÍúÝöÏõ¡ äóÑúÌõæú ÑóÍúãóÊóßó¡ æóäóÎúÔóì ÚóÐóÇÈóßó¡ Åöäøó ÚóÐóÇÈóßó ÈöÇáúßóÇÝöÑöíúäó ãõáúÍóÞñ. Çóááøóåõãøó ÅöäøóÇ äóÓúÊóÚöíúäõßó æóäóÓúÊóÛúÝöÑõßó¡ æóäõËúäöíú Úóáóíúßó ÇáúÎóíúÑó¡ æóáÇó äóßúÝõÑõßó¡ æóäõÄúãöäõ Èößó¡ æóäóÎúÖóÚõ áóßó¡ æóäóÎúáóÚõ ãóäú íóßúÝõÑõßó.
118. “Ya Allah! KepadaMu kami me-nyembah. UntukMu kami melakukan shalat dan sujud.KepadaMu kami ber-usaha dan melayani. Kami mengharap-kan rahmatMu, kami takut pada siksa-anMu. Sesungguhnya siksaanMu akan menimpa pada orang-orang kafir. Ya, Allah! Kami minta pertolongan dan minta ampun kepadaMu, kami memuji kebaikanMu, kami tidak ingkar kepada-Mu, kami beriman kepadaMu, kami tunduk padaMu dan berpisah pada orang yang kufur kepadaMu.”
33- BACAAN SETELAH SALAM SHALAT WITIR
119- ÓõÈúÍóÇäó Çáúãóáößö ÇáúÞõÏøõæúÓö (3× íÌåÑ ÈåÇ æíãÏ ÈåÇ ÕæÊå íÞæá) [ÑóÈøö ÇáúãóáÇóÆößóÉö æóÇáÑøõæúÍö]
119. Subhaanal malikil qudduusi (rabbul malaaikati warruh) tiga kali, sedang yang ketiga, beliau membacanya de-ngan suara keras dan panjang.
34- DOA PENAWAR HATI YANG DUKA
120- Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÚóÈúÏõßó¡ ÇÈúäõ ÚóÈúÏößó¡ ÇÈúäõ ÃóãóÊößó¡ äóÇÕöíóÊöíú ÈöíóÏößó¡ ãóÇÖò Ýöíøó Íõßúãõßó¡ ÚóÏúáñ Ýöíøó ÞóÖóÇÄõßó¡ ÃóÓúÃóáõßó Èößõáøö ÇÓúãò åõæó áóßó¡ ÓóãøóíúÊó Èöåö äóÝúÓóßó¡ Ãóæú ÃóäúÒóáúÊóåõ Ýöíú ßöÊóÇÈößó¡ Ãóæú ÚóáøóãúÊóåõ ÃóÍóÏðÇ ãöäú ÎóáúÞößó¡ Ãóæö ÇÓúÊóÃúËóÑúÊó Èöåö Ýöíú Úöáúãö ÇáúÛóíúÈö ÚöäúÏóßó¡ Ãóäú ÊóÌúÚóáó ÇáúÞõÑúÂäó ÑóÈöíúÚó ÞóáúÈöíú¡ æóäõæúÑó ÕóÏúÑöíú¡ æóÌóáÇóÁó ÍõÒúäöíú¡ æóÐóåóÇÈó åóãøöíú.
120. “Ya Allah! Sesungguhnya aku ada-lah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Eng-kau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khusus-kan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”
121- Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäó Çáúåóãøö æóÇáúÍõÒúäö¡ æóÇáúÚóÌúÒö æóÇáúßóÓóáö¡ æóÇáúÈõÎúáö æóÇáúÌõÈúäö¡ æóÖóáóÚö ÇáÏøóíúäö æóÛóáóÈóÉö ÇáÑøöÌóÇáö.
121. “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”
35- DOA UNTUK KESEDIHAN YANG MENDALAM
122- áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ ÇáúÚóÙöíúãõ ÇáúÍóáöíúãõ¡ áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ ÑóÈøõ ÇáúÚóÑúÔö ÇáúÚóÙöíúãõ¡ áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ ÑóÈøõ ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóÑóÈøõ ÇúáÃóÑúÖö æóÑóÈøõ ÇáúÚóÑúÔö ÇáúßóÑöíúãõ.
122. “Tiada Tuhan yang berhak disem-bah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai arasy, yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang berhak disem-bah selain Allah, Tuhan yang mengua-sai langit dan bumi. Tuhan Yang me-nguasai arasy, lagi Maha Mulia.”
123- Çóááøóåõãøó ÑóÍúãóÊóßó ÃóÑúÌõæ ÝóáÇó Êóßöáúäöíú Åöáóì äóÝúÓöíú ØóÑúÝóÉó Úóíúäò¡ æóÃóÕúáöÍú áöíú ÔóÃúäöíú ßõáøóåõ¡ áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó ÃóäúÊó.
123. “Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.”
124- áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó ÃóäúÊó ÓõÈúÍóÇäóßó Åöäøöíú ßõäúÊõ ãöäó ÇáÙøóÇáöãöíúäó.
124. “Tiada Tuhan yang berhak disem-bah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zhalim.”
125- Çááåõ Çááåõ ÑóÈøöí áÇó ÃõÔúÑößõ Èöåö ÔóíúÆðÇ.
125. “Allah-Allah adalah Tuhanku. Aku tidak menyekutukanNya dengan sesua-tu.”
36- DOA BERTEMU DENGAN MUSUH DAN PENGUASA
126- Çóááøóåõãøó ÅöäøóÇ äóÌúÚóáõßó Ýöíú äõÍõæúÑöåöãú æóäóÚõæúÐõ Èößó ãöäú ÔõÑõæúÑöåöãú.
126. “Ya Allah! Sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya dalam berhadapan dengan kami). Dan aku berlindung kepadaMu dari keje-lekan mereka.”
127- Çóááøóåõãøó ÃóäúÊó ÚóÖõÏöíú¡ æóÃóäúÊó äóÕöíúÑöíú¡ Èößó ÃóÌõæúáõ¡ æóÈößó ÃóÕõæúáõ¡ æóÈößó ÃõÞóÇÊöáõ.
127. “Ya Allah! Engkau adalah lengan-ku (pertolonganMu yang kuandalkan dalam menghadapi lawanku). Engkau adalah pembelaku. Dengan pertolongan-Mu aku menang, dengan pertolongan-Mu aku menyergap dan dengan perto-longanMu aku berperang.”
128- ÍóÓúÈõäóÇ Çááåõ æóäöÚúãó Çáúæóßöíúáõ.
128. ”Cukuplah Allah bagi kami. Dan Dia-lah, Tuhan yang paling tepat dipas-rahi (dalam menghadapi segala urus-an).”
37- DOA ORANG YANG TAKUT KEZHALIMAN PENGUASA
129- Çóááøóåõãøó ÑóÈøó ÇáÓøóãóÇæóÇÊö ÇáÓøóÈúÚö¡ æóÑóÈøó ÇáúÚóÑúÔö ÇáúÚóÙöíúãö¡ ßõäú áöíú ÌóÇÑðÇ ãöäú ÝõáÇóäò Èúäö ÝõáÇóäò¡ æóÃóÍúÒóÇÈöåö ãöäú ÎóáÇóÆöÞößó¡ Ãóäú íóÝúÑõØó Úóáóíøó ÃóÍóÏñ ãöäúåõãú Ãóæú íóØúÛóì¡ ÚóÒøó ÌóÇÑõßó¡ æóÌóáøó ËóäóÇÄõßó¡ æóáÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó ÃóäúÊó.
129. Ya Allah, Tuhan Penguasa tujuh langit, Tuhan Penguasa ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau pelindung bagi-ku dari Fulan bin Fulan, dan para kelompoknya dari makhlukMu. Jangan ada seorang pun dari mereka menya-kitiku atau melampaui batas terhadap-ku. Sungguh kuat perlindunganMu, dan agunglah pujiMu. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.
130- Çááåõ ÃóßúÈóÑõ¡ Çááåõ ÃóÚóÒøõ ãöäú ÎóáúÞöåö ÌóãöíúÚðÇ¡ Çááåõ ÃóÚóÒøõ ãöãøóÇ ÃóÎóÇÝõ æóÃóÍúÐóÑõ¡ ÃóÚõæúÐõ ÈöÇááåö ÇáøóÐöíú áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó åõæó¡ ÇáúãõãúÓößö ÇáÓøóãóÇæóÇÊö ÇáÓøóÈúÚö Ãóäú íóÞóÚúäó Úóáóì ÇúáÃóÑúÖö ÅöáÇøó ÈöÅöÐúäöåö¡ ãöäú ÔóÑøö ÚóÈúÏößó ÝõáÇóäò¡ æóÌõäõæúÏöåö æóÃóÊúÈóÇÚöåö æóÃóÔúíóÇÚöåö¡ ãöäó ÇáúÌöäøö æóÇúáÅöäúÓö¡ Çóááøóåõãøó ßõäú áöíú ÌóÇÑðÇ ãöäú ÔóÑøöåöãú¡ æóÌóáøó ËóäóÇÄõßó æóÚóÒøó ÌóÇÑõßó¡ æóÊóÈóÇÑóßó ÇÓúãõßó¡ æóáÇó ÅöáóÜåó ÛóíúÑõßó. (3×)
130. Allah Maha Besar. Allah Maha Per-kasa dari segala makhlukNya. Allah Ma-ha Perkasa dari apa yang aku takutkan dan khawatirkan. Aku berlindung kepa-da Allah, yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang menahan tujuh langit agar tidak menjatuhi bumi kecuali dengan izinNya, dari kejahatan hambaMu Fulan, serta para pembatu-nya, pengikutnya dan pendukungnya, dari jenis jin dan manusia. Ya Allah, jadilah Engkau pelindungku dari keja-hatan mereka. Agunglah pujiMu, kuatlah perlindunganMu dan Maha Suci asma-Mu. Tiada Tuhan yang berhak disem-bah selain Engkau. (Dibaca 3 kali)
38- DOA TERHADAP MUSUH
131- Çóááøóåõãøó ãõäúÒöáó ÇáúßöÊóÇÈö¡ ÓóÑöíúÚó ÇáúÍöÓóÇÈö¡ ÇåúÒöãö ÇúáÃóÍúÒóÇÈó¡ Çóááøóåõãøó ÇåúÒöãúåõãú æóÒóáúÒöáúåõãú.
131. Ya Allah, yang menurunkan Kitab Suci, yang menghisab perbuatan manu-sia dengan cepat. Ya Allah, cerai berai-kanlah golongan musuh dan goncang-kan mereka.
39- DOA APABILA TAKUT KEPADA SUATU KAUM
132- Çóááøóåõãøó ÇßúÝöäöíúåöãú ÈöãóÇ ÔöÆúÊó.
132. Ya Allah, cukupilah aku dalam menghadapi mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.
40- BACAAN BAGI ORANG YANG RAGU DALAM BERIMAN
133. a. Bagi orang yang ragu dalam beriman, hendaklah mohon perlindung-an kepada Allah.
b. Berhenti dari keraguannya.
134. Hendaklah mengatakan:
134- ((ÂãóäúÊõ ÈöÇááåö æóÑõÓõáöåö)).
“Aku beriman kepada Allah dan kebe-naran para rasul yang diutus oleh-Nya.”
135. Hendaklah membaca firman Allah Ta’ala:
Dia-lah yang Awal (Allah telah ada se-belum segala sesuatu ada), yang Akhir (Di saat segala sesuatu telah hancur, Allah masih tetap kekal), yang Zhahir (Dia-lah yang nyata, sebab banyak bukti yang menyatakan adanya Allah), yang Batin (tidak ada sesuatu yang bisa menghalangiNya. Allah lebih dekat ke-pada hambaNya daripada mereka pada dirinya). Dia-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.”
41- DOA AGAR BISA MELUNASI UTANG
136- Çóááøóåõãøó ÇßúÝöäöíú ÈöÍóáÇóáößó Úóäú ÍóÑóÇãößó æóÃóÛúäöäöíú ÈöÝóÖúáößó Úóãøóäú ÓöæóÇßó.
136. “Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karuniaMu (hingga aku tidak minta) kepada selainMu.”
137- Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäó Çáúåóãøö æóÇáúÍõÒúäö¡ æóÇáúÚóÌúÒö æóÇáúßóÓóáö¡ æóÇáúÈõÎúáö æóÇáúÌõÈúäö¡ æóÖóáóÚö ÇáÏøóíúäö æóÛóáóÈóÉö ÇáÑøöÌóÇáö.
137. “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”
42- DOA MENGHILANGKAN GANGGUAN SETAN DALAM SHALAT ATAU MEMBACA AL-QUR’AN
138- ÃóÚõæúÐõ ÈöÇááåö ãöäó ÇáÔøóíúØóÇäö ÇáÑøóÌöíúãö¡ æóÇÊúÝõáú Úóáóì íóÓóÇÑößó. (3×)
138. (membaca: A’udzu billahi minas syaithanir rajim), lantas meludahlah ke kirimu, tiga kali.”
43- DOA ORANG YANG MENGALAMI KESULITAN
139- Çóááøóåõãøó áÇó Óóåúáó ÅöáÇøó ãóÇ ÌóÚóáúÊóåõ ÓóåúáÇð æóÃóäúÊó ÊóÌúÚóáõ ÇáúÍóÒúäó ÅöÐóÇ ÔöÆúÊó ÓóåúáÇð.
139. Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mu-dah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau meng-hendakinya.”
44- APA YANG PERLU DILAKUKAN BAGI ORANG YANG BERDOSA
140- ãóÇ ãöäú ÚóÈúÏò íõÐúäöÈõ ÐóäúÈðÇ ÝóíõÍúÓöäõ ÇáØøõåõæúÑó¡ Ëõãøó íóÞõæúãõ ÝóíõÕóáøöí ÑóßúÚóÊóíúäö Ëõãøó íóÓúÊóÛúÝöÑõ Çááåó ÅöáÇøó ÛóÝóÑó Çááåõ áóåõ.
140. Tidaklah ada seorang hamba berbuat suatu dosa, lantas berwudhu dengan sempurna kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua ra’kaat, kemudian membaca istighfar kecuali pasti diampuni dosanya.
45- DOA UNTUK MENGUSIR SETAN
141. Minta perlindungan kepada Allah dari setan (dengan membaca: A’udzu billahi minas syaithanir rajim).
142. Membaca adzan.
143. Membaca zikir tertentu yang sudah diterangkan dalam hadits dan membaca Al-Qur’an.148)
46- APABILA TERTIMPA SESUATU YANG TIDAK DISENANGI
144- ÞóÏóÑõ Çááåö æóãóÇ ÔóÇÁó ÝóÚóáó.
144. “Allah sudah menakdirkan sesuatu yang dikehendaki dan dilakukan.”
47- UCAPAN SELAMAT BAGI ORANG YANG DIKARUNIAI ANAK DAN BALASANNYA
145- ÈóÇÑóßó Çááåõ áóßó Ýöí ÇáúãóæúåõæúÈö áóßó¡ æóÔóßóÑúÊó ÇáúæóÇåöÈó¡ æóÈóáóÛó ÃóÔõÏøóåõ¡ æóÑõÒöÞúÊó ÈöÑøóåõ. æóíóÑõÏøõ Úóáóíúåö ÇáúãõåóäøóÃõ ÝóíóÞõæúáõ: ÈóÇÑóßó Çááåõ áóßó æóÈóÇÑóßó Úóáóíúßó¡ æóÌóÒóÇßó Çááåõ ÎóíúÑðÇ¡ æóÑóÒóÞóßó Çááåõ ãöËúáóåõ¡ æóÃóÌúÒóáó ËóæóÇÈóßó.
145. “Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai de-wasa, serta kamu dikaruniai kebaikan-nya.” Sedang orang yang diberi ucapan selamat membalas dengan mengucap-kan: “Semoga Allah juga memberkahi-mu dan melimpahkan kebahagiaan untukmu. Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan, mengaru-niakan kepadamu sepertinya dan meli-patgandakan pahalamu.”
48- DOA PERLINDUNGAN KEPADA ANAK
146. Adalah Rasulullah (Shallahu ‘alaihi Wasallam) berdoa un-tuk perlindungan Hasan dan Husain, beliau membaca:
146- ((ÃõÚöíúÐõßõãóÇ ÈößóáöãóÇÊö Çááåö ÇáÊøóÇãøóÉö ãöäú ßõáøö ÔóíúØóÇäò æóåóÇãøóÉò¡ æóãöäú ßõáøö Úóíúäò áÇóãøóÉò)).
“Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.”
49- DOA APABILA BERKUNJUNG KEPADA ORANG YANG SAKIT
147- áÇó ÈóÃúÓó ØóåõæúÑñ Åöäú ÔóÇÁó Çááåõ.
147. “Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.”
148- ÃóÓúÃóáõ Çááåó ÇáúÚóÙöíúãó ÑóÈøó ÇáúÚóÑúÔö ÇáúÚóÙöíúãö Ãóäú íóÔúÝöíóßó. (7×)
148. “Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan yang menguasai arasy yang agung, agar menyembuhkan penyakitmu”
50- KEUTAMAAN BERKUNJUNG KEPADA ORANG SAKIT
149- ÞóÇáó Õóáìøó Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó: ÅöÐóÇ ÚóÇÏó ÇáÑøóÌõáõ ÃóÎóÇåõ ÇáúãõÓúáöãó ãóÔóì Ýöíú ÎöÑóÇÝóÉö ÇáúÌóäøóÉö ÍóÊøóì íóÌúáöÓó ÝóÅöÐóÇ ÌóáóÓó ÛóãóÑóÊúåõ ÇáÑøóÍúãóÉõ¡ ÝóÅöäú ßóÇäó ÛõÏúæóÉð Õóáøóì Úóáóíúåö ÓóÈúÚõæúäó ÃóáúÝó ãóáóßò ÍóÊøóì íõãúÓöíó¡ æóÅöäú ßóÇäó ãóÓóÇÁð Õóáøóì Úóáóíúåö ÓóÈúÚõæúäó ÃóáúÝó ãóáóßò ÍóÊøóì íõÕúÈöÍó.
149. Rasulullah (Shallahu ‘alaihi Wasallam) bersabda: “Apabila seorang laki-laki berkunjung kepada saudaranya yang muslim, maka sea-kan-akan dia berjalan di kebun Surga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila berkunjung di pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoa-kannya, agar mendapat rahmat hingga sore. Apabila berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi.”
51- DOA ORANG SAKIT YANG TIDAK ADA LAGI HARAPAN UNTUK HIDUP TERUS
150- Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú áöíú æóÇÑúÍóãúäöíú æóÃóáúÍöÞúäöíú ÈöÇáÑøóÝöíúÞö ÇúáÃóÚúáóì.
150. “Ya Allah, ampunilah dosaku, be-rilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi.”
151. Nabi Muhammad (Shallahu ‘alaihi Wasallam) memasukkan kedua ta-ngannya ke dalam air, lalu diusapkan ke wajahnya dan beliau bersabda:
151- áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ Åöäøó áöáúãóæúÊö áóÓóßóÑóÇÊò.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekarat.”
152- áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ æóÇááåõ ÃóßúÈóÑõ¡ áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ æóÍúÏóåõ¡ áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ æóÍúÏóåõ áÇó ÔóÑöíúßó áóåõ¡ áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ áóåõ Çáúãõáúßõ æóáóåõ ÇáúÍóãúÏõ¡ áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ æóáÇó Íóæúáó æóáÇó ÞõæøóÉó ÅöáÇøó ÈöÇááåö.
152. “Tiada Tuhan yang berhak disem-bah selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bagiNya keraja-an dan bagiNya pujian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.”
52- MENGAJARI ORANG YANG AKAN MENINGGAL DUNIA
153- ãóäú ßóÇäó ÂÎöÑõ ßóáÇóãöåö áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó Çááåõ ÏóÎóáó ÇáúÌóäøóÉó.
153. Barangsiapa yang akhir perkataan-nya adalah: Laa ilaaha illallaah, akan masuk Surga.
53- DOA ORANG YANG TERTIMPA MUSIBAH
154- ÅöäøóÇ áöáøóåö æóÅöäøóÇ Åöáóíúåö ÑóÇÌöÚõæúäó¡ Çóááøóåõãøó ÃõÌõÑúäöíú Ýöíú ãõÕöíúÈóÊöíú æóÃóÎúáöÝú áöíú ÎóíúÑðÇ ãöäúåóÇ.
154. “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).”
54- DOA KETIKA MEMEJAMKAN MATA MAYAT
155- Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú áöÝõáÇóäò (ÈöÇÓúãöåö) æóÇÑúÝóÚú ÏóÑóÌóÊóåõ Ýöí ÇáúãóåúÏöíøöíúäó¡ æóÇÎúáõÝúåõ Ýöíú ÚóÞöÈöåö Ýöí ÇáúÛóÇÈöÑöíúäó¡ æóÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáóåõ íóÇ ÑóÈøó ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ æóÇÝúÓóÍú áóåõ Ýöíú ÞóÈúÑöåö æóäóæøöÑú áóåõ Ýöíúåö.
155. “Ya Allah! Ampunilah si Fulan (hendaklah menyebut namanya), ang-katlah derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah peng-gantinya bagi orang-orang yang diting-galkan sesudahnya. Dan ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan, seru seka-lian alam. Lebarkan kuburannya dan berilah penerangan di dalamnya.”
55- DOA DALAM SHALAT JENAZAH
156- Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú áóåõ æóÇÑúÍóãúåõ æóÚóÇÝöåö æóÇÚúÝõ Úóäúåõ¡ æóÃóßúÑöãú äõÒõáóåõ¡ æóæóÓøöÚú ãóÏúÎóáóåõ¡ æóÇÛúÓöáúåõ ÈöÇáúãóÇÁö æóÇáËøóáúÌö æóÇáúÈóÑóÏö¡ æóäóÞøöåö ãöäó ÇáúÎóØóÇíóÇ ßóãóÇ äóÞøóíúÊó ÇáËøóæúÈó ÇúáÃóÈúíóÖó ãöäó ÇáÏøóäóÓö¡ æóÃóÈúÏöáúåõ ÏóÇÑðÇ ÎóíúÑðÇ ãöäú ÏóÇÑöåö¡ æóÃóåúáÇð ÎóíúÑðÇ ãöäú Ãóåúáöåö¡ æóÒóæúÌðÇ ÎóíúÑðÇ ãöäú ÒóæúÌöåö¡ æóÃóÏúÎöáúåõ ÇáúÌóäøóÉó¡ æóÃóÚöÐúåõ ãöäú ÚóÐóÇÈö ÇáúÞóÈúÑö [æóÚóÐóÇÈö ÇáäøóÇÑö]
156. “Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkan-lah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”
157- Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú áöÍóíøöäóÇ æóãóíøöÊöäóÇ æóÔóÇåöÏöäóÇ æóÛóÇÆöÈöäóÇ æóÕóÛöíúÑöäóÇ æóßóÈöíúÑöäóÇ æóÐóßóÑöäóÇ æóÃõäúËóÇäóÇ. Çóááøóåõãøó ãóäú ÃóÍúíóíúÊóåõ ãöäøóÇ ÝóÃóÍúíöåö Úóáóì ÇúáÅöÓúáÇóãö¡ æóãóäú ÊóæóÝøóíúÊóåõ ãöäøóÇ ÝóÊóæóÝøóåõ Úóáóì ÇúáÅöíúãóÇäö¡ Çóááøóåõãøó áÇó ÊóÍúÑöãúäóÇ ÃóÌúÑóåõ æóáÇó ÊõÖöáøóäóÇ ÈóÚúÏóåõ.
157. “Ya Allah! Ampunilah kepada orang yang hidup di antara kami dan yang mati, orang yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir ,laki-laki maupun perempuan. Ya Allah! Orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkan dengan memegang ajaran Islam, dan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikan dengan memegang keimanan. Ya Allah! Jangan menghalangi kami untuk tidak memper-oleh pahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.”
158- Çóááøóåõãøó Åöäøó ÝõáÇóäó Èúäó ÝõáÇóäò Ýöíú ÐöãøóÊößó¡ æóÍóÈúáö ÌöæóÇÑößó¡ ÝóÞöåö ãöäú ÝöÊúäóÉö ÇáúÞóÈúÑö æóÚóÐóÇÈö ÇáäøóÇÑö¡ æóÃóäúÊó Ãóåúáõ ÇáúæóÝóÇÁö æóÇáúÍóÞøö. ÝóÇÛúÝöÑú áóåõ æóÇÑúÍóãúåõ Åöäøóßó ÃóäúÊó ÇáúÛóÝõæúÑõ ÇáÑøóÍöíúãõ.
158. “Ya, Allah! Sesungguhnya Fulan bin Fulan dalam tanggunganMu dan tali perlindunganMu. Peliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa Neraka. Engkau adalah Maha Setia dan Maha Benar. Ampunilah dan belas kasihanilah dia. Sesungguhnya Engkau, Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.”
159- Çóááøóåõãøó ÚóÈúÏõßó æóÇÈúäõ ÃóãúÊößó ÇÍúÊóÇÌó Åöáóì ÑóÍúãóÊößó¡ æóÃóäúÊó Ûóäöíøñ Úóäú ÚóÐóÇÈöåö¡ Åöäú ßóÇäó ãõÍúÓöäðÇ ÝóÒöÏú Ýöíú ÍóÓóäóÇÊöåö¡ æóÅöäú ßóÇäó ãõÓöíúÆðÇ ÝóÊóÌóÇæóÒú Úóäúåõ.
159. Ya, Allah, ini hambaMu, anak ham-baMu perempuan (Hawa), membutuh-kan rahmatMu, sedang Engkau tidak membutuhkan untuk menyiksanya, jika ia berbuat baik tambahkanlah dalam amalan baiknya, dan jika dia orang yang salah, lewatkanlah dari kesalahan-nya.
56- DOA UNTUK MAYAT ANAK KECIL
160- Çóááøóåõãøó ÃóÚöÐúåõ ãöäú ÚóÐóÇÈö ÇáúÞóÈúÑö.
160. Ya Allah, lindungilah dia dari siksa kubur.
Apabila membaca doa berikut, maka itu lebih baik:
Çóááøóåõãøó ÇÌúÚóáúåõ ÝóÑóØðÇ æóÐõÎúÑðÇ áöæóÇáöÏóíúåö¡ æóÔóÝöíúÚðÇ ãõÌóÇÈðÇ. Çóááøóåõãøó ËóÞøöáú Èöåö ãóæóÇÒöíúäóåõãóÇ æóÃóÚúÙöãú Èöåö ÃõÌõæúÑóåõãóÇ¡ æóÃóáúÍöÞúåõ ÈöÕóÇáöÍö ÇáúãõÄúãöäöíúäó¡ æóÇÌúÚóáúåõ Ýöíú ßóÝóÇáóÉö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ æóÞöåö ÈöÑóÍúãóÊößó ÚóÐóÇÈó ÇáúÌóÍöíúãö¡ æóÃóÈúÏöáúåõ ÏóÇÑðÇ ÎóíúÑðÇ ãöäú ÏóÇÑöåö¡ æóÃóåúáÇð ÎóíúÑðÇ ãöäú Ãóåúáöåö¡ Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú áÃóÓúáÇóÝöäóÇ¡ æóÃóÝúÑóÇØöäóÇ æóãóäú ÓóÈóÞóäóÇ ÈöÇúáÅöíúãóÇäö.
“Ya Allah! Jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala pendahulu dan sim-panan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doa-nya. Ya Allah! Dengan musibah ini, be-ratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, am-punilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang men-dahului kami dalam keimanan”
161- Çóááøóåõãøó ÇÌúÚóáúåõ áóäóÇ ÝóÑóØðÇ æóÓóáóÝðÇ æóÃóÌúÑðÇ.
161. “Ya Allah! Jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami.”
57- DOA UNTUK BELASUNGKAWA
162- Åöäøó áöáøóåö ãóÇ ÃóÎóÐó¡ æóáóåõ ãóÇ ÃóÚúØóì æóßõáøõ ÔóíúÁò ÚöäúÏóåõ ÈöÃóÌóáò ãõÓóãøðì … ÝóáúÊóÕúÈöÑú æóáúÊóÍúÊóÓöÈú.
162. Sesungguhnya hak Allah adalah mengambil sesuatu dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang di sisi-Nya dibatasi dengan ajal yang ditentu-kan. Oleh karena itu, bersabarlah dan carilah ridha Allah.”
æóÅöäú ÞóÇáó: ÃóÚúÙóãó Çááåõ ÃóÌúÑóßó¡ æóÃóÍúÓóäó ÚóÒóÇÁóßó æóÛóÝóÑó áöãóíøöÊößó. ÝóÍóÓóäñ.
Apabila seseorang berkata: “Semoga Allah memperbesar pahalamu dan mem-perbagusi dalam menghiburmu dan semoga diampuni mayatmu”, adalah suatu perkataan yang baik.
58- BACAAN KETIKA MEMASUKKAN MAYAT KE LIANG KUBUR
163- ÈöÓúãö Çááåö æóÚóáóì ÓõäøóÉö ÑóÓõæúáö Çááåö.
163. Bismillaahi wa ‘alaa sunnati Rasu-lillaah.
59- DOA SETELAH MAYAT DIMAKAMKAN
164- Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú áóåõ Çóááøóåõãøó ËóÈøöÊúåõ.
164. Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah teguhkanlah dia.
60- DOA ZIARAH KUBUR
165- ÇáÓøóáÇóãõ Úóáóíúßõãú Ãóåúáó ÇáÏøöíóÇÑö ãöäó ÇáúãõÄúãöäöíúäó æóÇáúãõÓúáöãöíúäó¡ æóÅöäøóÇ Åöäú ÔóÇÁó Çááåõ Èößõãú áÇóÍöÞõæúäó [æóíóÑúÍóãõ Çááåõ ÇáúãõÓúÊóÞúÏöãöíúäó ãöäøóÇ æóÇáúãõÓúÊóÃúÎöÑöíúäó] ÃóÓúÃóáõ Çááåó áóäóÇ æóáóßõãõ ÇáúÚóÇÝöíóÉó.
165. Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penduduk kampung (Barzakh) dari orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami –insya Allah- akan menyusulkan, kami mohon kepada Allah untuk kami dan kamu, agar diberi keselamatan (dari apa yang tidak diinginkan).
61- DOA APABILA ADA ANGIN RIBUT
166- Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÎóíúÑóåóÇ æóÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäú ÔóÑøöåóÇ.
166. “Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya.”
167-Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÎóíúÑóåóÇ æóÎóíúÑó ãóÇ ÝöíúåóÇ æóÎóíúÑó ãóÇ ÃõÑúÓöáúÊó Èöåö¡ æóÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäú ÔóÑøöåóÇ æóÔóÑøö ãóÇ ÝöíúåóÇ æóÔóÑøö ãóÇ ÃõÑúÓöáúÊó Èöåö.
167. “Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin (ribut ini), kebaikan apa yang di dalamnya dan kebaikan tujuan angin dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari keja-hatan angin ini, kejahatan apa yang di dalamnya dan kejahatan tujuan angin dihembuskan.”
62- DOA KETIKA ADA HALILINTAR
168- ÓõÈúÍóÇäó ÇáøóÐöíú íõÓóÈøöÍõ ÇáÑøóÚúÏõ ÈöÍóãöÏöåö æóÇáúãóáÇóÆößóÉõ ãöäú ÎöíúÝóÊöåö.
168. “Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepa-daNya.”
63- DOA UNTUK MINTA HUJAN
169- Çóááøóåõãøó ÃóÓúÞöäóÇ ÛóíúËðÇ ãõÛöíúËðÇ ãóÑöíúÆðÇ ãóÑöíúÚðÇ¡ äóÇÝöÚðÇ ÛóíúÑó ÖóÇÑøò¡ ÚóÇÌöáÇð ÛóíúÑó ÂÌöáò.
169. “Ya Allah! Berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyu-burkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.”
170- Çóááøóåõãøó ÃóÛöËúäóÇ¡ Çóááøóåõãøó ÃóÛöËúäóÇ¡ Çóááøóåõãøó ÃóÛöËúäóÇ.
170. “Ya Allah! Berilah kami hujan. Ya Allah, turunkan hujan pada kami. Ya Allah! Hujanilah kami,”
171- Çóááøóåõãøó ÇÓúÞö ÚöÈóÇÏóßó æóÈóåóÇÆöãóßó¡ æóÇäúÔõÑú ÑóÍúãóÊóßó¡ æóÃóÍúíöí ÈóáóÏóßó ÇáúãóíøöÊó.
171. “Ya Allah! Berilah hujan kepada hamba-hambaMu, ternak-ternakMu, beri-lah rahmatMu dengan merata, dan suburkan tanahMu yang tandus.”
64- DOA APABILA HUJAN TURUN
172- Çóááøóåõãøó ÕóíøöÈðÇ äóÇÝöÚðÇ.
172.“Ya Allah! Turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).”
65- BACAAN SETELAH HUJAN TURUN
173- ãõØöÑúäóÇ ÈöÝóÖúáö Çááåö æóÑóÍúãóÊöåö.
173. “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”
66- DOA AGAR HUJAN BERHENTI
174- Çóááøóåõãøó ÍóæóÇáóíúäóÇ æóáÇó ÚóáóíúäóÇ¡ Çóááøóåõãøó Úóáóì ÇúáÂßóÇãö æóÇáÙøöÑóÇÈö¡ æóÈõØõæúäö ÇúáÃóæúÏöíóÉö æóãóäóÇÈöÊö ÇáÔøóÌóÑö.
174. “Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, bebe-rapa anak bukit perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”
67- DOA MELIHAT BULAN TANGGAL SATU
175- Çááåõ ÃóßúÈóÑõ¡ Çóááøóåõãøó Ãóåöáøóåõ ÚóáóíúäóÇ ÈöÇúáÃóãúäö æóÇúáÅöíúãóÇäö¡ æóÇáÓøóáÇóãóÉö æóÇúáÅöÓúáÇóãö¡ æóÇáÊøóæúÝöíúÞö áöãóÇ ÊõÍöÈøõ ÑóÈøóäóÇ æóÊóÑúÖóì¡ ÑóÈøõäóÇ æóÑóÈøõßó Çááåõ.
175. “Allah Maha Besar. Ya Allah! Tampakkan bulan tanggal satu itu ke-pada kami dengan membawa keaman-an dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau senang dan rela. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.”
68- DOA KETIKA BERBUKA BAGI ORANG YANG BERPUASA
176- ÐóåóÈó ÇáÙøóãóÃõ æóÇÈúÊóáøóÊö ÇáúÚõÑõæúÞõ æóËóÈóÊó ÇúáÃóÌúÑõ Åöäú ÔóÇÁó Çááåõ.
176. “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.”
177- Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöÑóÍúãóÊößó ÇáøóÊöíú æóÓöÚóÊú ßõáøó ÔóíúÁò Ãóäú ÊóÛúÝöÑó áöíú.
177. “Ya Allah! Sesungguhnya aku me-mohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, supaya memberi ampunan atasku.”
69- DOA SEBELUM MAKAN
178. Rasulullah (Shallahu ‘alaihi Wasallam) bersabda : “Apa-bila seseorang di antara kamu mema-kan makanan, hendaklah membaca:
ÈöÓúãö Çááåö
Apabila lupa pada permulaannya, hen-daklah membaca:
ÈöÓúãö Çááåö Ýöíú Ãóæøóáöåö æóÂÎöÑöåö.
179. Rasulullah (Shallahu ‘alaihi Wasallam) bersabda : “Barang-siapa yang diberi rezeki oleh Allah berupa makanan, hendaklah membaca:
Çóááøóåõãøó ÈóÇÑößú áóäóÇ Ýöíúåö æóÃóØúÚöãúäóÇ ÎóíúÑðÇ ãöäúåõ.
Ya Allah! berilah kami berkah dengan makan itu dan berilah makanan yang lebih baik.
Apabila diberi rezeki berupa minuman susu, hendaklah membaca:
Çóááøóåõãøó ÈóÇÑößú áóäóÇ Ýöíúåö æóÒöÏúäóÇ ãöäúåõ.
70- DOA SETELAH MAKAN
180- ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú ÃóØúÚóãóäöíú åóÐóÇ æóÑóÒóÞóäöíúåö ãöäú ÛóíúÑö Íóæúáò ãöäøöíú æóáÇó ÞõæøóÉò.
180. “Segala puji bagi Allah yang memberi makan ini kepadaku dan yang memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.”
181- ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÍóãúÏðÇ ßóËöíúÑðÇ ØóíøöÈðÇ ãõÈóÇÑóßðÇ Ýöíúåö¡ ÛóíúÑó [ãõßúÝöíøò æóáÇó] ãõæóÏøóÚò¡ æóáÇó ãõÓúÊóÛúäðì Úóäúåõ ÑóÈøóäóÇ.
181. “Segala puji bagi Allah (Aku memujiNya) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah, yang senantiasa dibutuhkan, diperlukan dan tidak bisa ditinggalkan, ya Tuhan kami.”
71- DOA TAMU KEPADA ORANG YANG MENGHIDANGKAN MAKANAN
182- Çóááøóåõãøó ÈóÇÑößú áóåõãú ÝöíúãóÇ ÑóÒóÞúÊóåõãú¡ æóÇÛúÝöÑú áóåõãú æóÇÑúÍóãúåõãú.
182. “Ya Allah! Berilah berkah apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampuni-lah dan belas kasihanilah mere-ka.”
72- BERDOA UNTUK ORANG YANG MEMBERI MINUMAN
183- Çóááøóåõãøó ÃóØúÚöãú ãóäú ÃóØúÚóãóäöíú æóÇÓúÞö ãóäú ÓóÞóÇäöíú.
183. “Ya Allah! Berilah ganti makanan ke-pada orang yang memberi makan kepa-daku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.”
73- DOA APABILA BERBUKA DI RUMAH ORANG
184- ÃóÝúØóÑó ÚöäúÏóßõãõ ÇáÕøóÇÆöãõæúäó¡ æóÃóßóáó ØóÚóÇãóßõãõ ÇúáÃóÈúÑóÇÑõ¡ æóÕóáøóÊú Úóáóíúßõãõ ÇáúãóáÇóÆößóÉõ.
184. “Semoga orang-orang yang ber-puasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan makananmu, serta malaikat mendoakannya, agar kamu mendapat rahmat.”
74- DOA ORANG YANG BERPUASA APABILA DIAJAK MAKAN
185- ÅöÐóÇ ÏõÚöíó ÃóÍóÏõßõãú ÝóáúíõÌöÈú¡ ÝóÅöäú ßóÇäó ÕóÇÆöãðÇ ÝóáúíõÕóáøö æóÅöäú ßóÇäó ãõÝúØöÑðÇ ÝóáúíóØúÚóãú.
185. Apabila seseorang di antara kamu diundang (makan) hendaklah dipenuhi. Apabila puasa, hendaklah mendoakan (kepada orang yang mengundang). Apa-bila tidak puasa, hendaklah makan.”
75- UCAPAN ORANG YANG PUASA BILA DICACI MAKI
186- Åöäøöíú ÕóÇÆöãñ¡ Åöäøöíú ÕóÇÆöãñ.
186. Sesungguhnya aku sedang ber-puasa. Sesungguhnya aku sedang ber-puasa.
(Dikutip dari terjemah Kitab Hisnul Muslim, karya Sa’id Wahf al Qahthani – Edisi Indonesia Kumpulan Doa dari Al Quran dan Hadits (I))